
ANJANI, LOMBOK TIMUR – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Selasa (30/6/2026), untuk mengantarkan Umi Sandra Miranda Maharani, istri tercinta TGH. Lalu Gede Wire Sakti Amir Murni, ke tempat peristirahatan terakhir.
Umi Sandra Miranda Maharani wafat pada Selasa (30/6/2026) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, setelah menjalani perawatan. Kabar duka tersebut segera menyebar dan mengundang ungkapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari para tuan guru, tokoh masyarakat, santri, alumni, hingga masyarakat umum.
Setelah disemayamkan di rumah duka di Jl. Pemuda 6B (Warung Upuy), Gomong, Kota Mataram, jenazah diberangkatkan menuju Kabupaten Lombok Timur untuk dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani.
Setibanya di Anjani, ribuan jamaah telah memadati lingkungan pondok pesantren untuk mengikuti rangkaian prosesi pemakaman. Shalat jenazah dilaksanakan di Masjid Ma’had Darul Qur’an wal Hadits (DQH) NW Anjani dan dipimpin oleh TGH. L. Anas Hasyri, Q.H., As-Shaulaty. Suasana khusyuk menyelimuti masjid ketika ribuan jamaah bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Usai pelaksanaan shalat jenazah, almarhumah dimakamkan di Kompleks Pemakaman Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani. Ribuan jamaah tampak mengiringi prosesi pemakaman hingga selesai. Isak haru keluarga, doa yang terus dipanjatkan, serta kehadiran para pelayat dari berbagai penjuru menjadikan prosesi tersebut berlangsung penuh khidmat dan sarat makna.
Kepergian Umi Sandra Miranda Maharani menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar TGH. Lalu Gede Wire Sakti Amir Murni, tetapi juga bagi keluarga besar Nahdlatul Wathan. Besarnya jumlah jamaah yang hadir menunjukkan eratnya ikatan persaudaraan dan kepedulian warga NW dalam berbagi duka serta memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di surga-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.